BUAH KEBENARAN

BUAH KEBENARAN

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita.
Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”
( Ibrani 12:11 )

Kita semua seringkali gagal dari waktu ke waktu. Kesalahan akan selalu terjadi. Namun bagaimana kita akan menangani hal itu?. “Kesalahan adalah manusiawi”. Gagasan yang terkandung dalam kalimat di atas yaitu bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti karena kita setuju atau tidak, kegagalan itu merupakan bagian dari kehidupan kita. Bahkan bagi mereka yang sungguh menyadari bahwa kegagalan memiliki makna, kegagalan akan dipandang sebagai sebuah pelajaran. Dari kesalahan dan kegagalan yang kita lakukan yang mendatangkan didikan, Tuhan berkeinginan agar kita bertumbuh.

Setiap kali kita gagal dan belajar dari padanya, kita membangun “menara kesuksesan”. Kita dapat menjadikan kegagalan sebagai batu lompatan untuk meraih yang lebih baik. Memang dalam kegagalan dan kesalahan, ada harga yang harus dibayar. Dan pada awalnya memang sakit, tetapi pada akhirnya akan mendatangkan sukacita seperti yang tertulis dalam surat Ibrani: “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatihnya.” Ibrani 12:11.

Kunci untuk meraih sukses di balik kegagalan adalah pantang menyerah. Tidak cepat putus asa dan selalu memiliki harapan bahwa di balik kegagalan selalu ada jalan ke luar. Kalau prinsip ini yang selalu kita pegang teguh maka kita akan tampil lebih dari pemenang. Alkitab berkata bahwa: Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. (Wahyu 3:12)

Slamat hari Minggu untuk semua….

Leave a Reply