Filed under: Ilmu Hidup
Adakah diantara kalian yang tidak pernah stress? Jika ia, berarti anda sudah di luar batas “kenormalan” seorang manusia.
“Stres adalah suatu kondisi dimana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres dikaitkan bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi karena pengaruh stres tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemahnya dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut.” (wikipedia.de/stress)
Mengapa kamu Stress ?
Banyak hal yang bisa memicu stres muncul seperti rasa khawatir, perasaan kesal, kecapekan, frustasi, perasaan tertekan, kesedihan, pekerjaan yang berlebihan, terlalu fokus pada suatu hal, perasaan bingung, berduka cita dan juga rasa takut, dan masih banyak lagi. Nah, adakah Anda tidak pernah merasakan hal seperti itu? Kalau masih Ia, memang Anda berada di posisi ketidaknormalan manusia.
Dampak Stress….
Kalau kita lihat dari pengertiannya dan latarbelakang mengapa seseorang itu stress, maka kita sudah bisa menduga akibat dari stress tersebut. Sepintas kita bisa terjebak dengan mengambil kesimpulan, bahwa stress mempunya akibat hanyalah yang bersifat negatif saja. Tentu hal tersebut tidaklah benar, karena stress bisa juga menimbulkan suatu dampak positif.
- Dampak negatif : Perlu diketahui, bawah biasanya Stress bisa menimbulkan dampak yang menonjol, jika Stress tersebut bersifat lama. Jika seseorang itu menyimpan stress tersebut dengan jangka waktu lama dan berkesinambungan di dalam tubuh dan jiwanya. Saya mencoba mengambil 3 bagian dari diri kita sebagai tempat berlabuhnya stress ini.
- Menurunnya sistem kekebalan dan kesehatan tubuh seseorang itu, sehingga tidak jarang menimbulkan sakit perut, maag, mual, pening, meningkatnya detak jantung dan tekanan darah, penyakit kulit seperti gatal dan alergi,dll.
- Jika sistem kekebalan dan kesehatan tubuh seseorang sudah menurun, maka ini akan mempengaruhi kesehatan jiwa. Orang yang larut akan kesedihan, ketakutan, jengkel, emosi, frustrasi, dsb, maka lama lama ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap pikiran kita. Hal buruk ini akan menimbulkan keadaan buruk lagi seperti; pelupa, tidak mampu untuk mengambil keputusan, kurang kreatif, sering bingung, cepat capek, gantuk dan lemas, dan masih banyak lagi.
- Hati hati, jika hal kedua di atas sudah terjadi dengan jangka lama, maka kepribadian seseorang bisa jadi berubah. Mereka akan memulai suatu kebiasaan yang merupakan suatu bentuk pelarian dari semua ketakutan dan kegelisahan tersebut. Mereka melakukan ini sebagai tindakan pelarian dan kompensasi untuk melindungi diri sendiri. Misalnya seseorang yang tidak peminum dan perokok, bisa berubah dengan seketika menjadi kelihatan seperti pecandu, minum minuman beralkohol dengan ukuran banyak, sering melakukan kesalahan, aggresiv, hingga kehilangan jati diri yang sebenarnya.
Mari kita tenangkan diri dulu. Mungkin Anda sudah sedikit cemas membaca ini semua, karena tentu mungkin anda merasa diri saat ini juga sudah stress. Seperti yang kita ketahui, bahwa segala sesuatu ada maknanya. Semakin banyak kejadian yang kita alami, maka semakin banyak pulalah ilmu yang kita dapatkan dari kejadian tersebut. Kata pepatah : ” Pengalaman adalah kunci keberhasilan” . Demikian jugalah halnya dengan dampak STRESS tersebut. Jika Anda sudah pernah mengalami kejadian yang begitu keras dalam hidup, maka Anda tidak jarang sudah mempunyai kekuatan dalam mengatasi biar jangan terjadi lagi untuk kesekian kalinya.
2. Dampak Positif
Sebagai dampak Positif adalah Anda akan semakin dalam menjalani hidup yang penuh dengan tantangan, mata Anda akan semakin jeli untuk melihat tantangan yang akan datang, dan sudah mempunya suatu pengalaman bagaimana untuk mengatasi hal tersebut. Karena itulah tidak jarang kita mendengar, bahwa Buku, guru dan pelajaran yang terbaik adalah PENGALAMAN itu sendiri.
Tapi perlu di ketahui, jika Anda sudah stress ada baiknya jangan membiasakan diri seorang diri dalam mengatasinya. Pergilah untuk konsultasi dengan Pendeta (sesuai dengan agama masing masing )ke ahli psikologi, atau berceritalah kepada keluarga dan teman yang bisa kamu percayai. Dengan suatu harapan, Mereka mampu menolong ANDA. Kunci utama adalah Anda MAU keluar dari keadaan Stress tersebut.
Tidak lupa ada satu tabel yang bisa di baca dengan singkat untuk semakin memperjelas , apa dan bagaimana itu STRESS.
Gejala Psikologis
Gejala Fisik
Gejala Perilaku
Kecemasan, ketegangan
Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah
Menunda ataupun menghindari pekerjaan/tugas
Bingung, marah, sensitif
Meningkatnya sekresi adrenalin dan noradrenalin
Penurunan prestasi dan produktivitas
Memendam perasaan
Gangguan gastrointestinal, misalnya gangguan lambung
Meningkatnya penggunaan minuman keras dan mabuk
Komunikasi tidak efektif
Mudah terluka
Perilaku sabotase
Mengurung diri
Mudah lelah secara fisik
Meningkatnya frekuensi absensi
Depresi
Kematian
Perilaku makan yang tidak normal (kebanyakan atau kekurangan)
Merasa terasing dan mengasingkan diri
Gangguan kardiovaskuler
Kehilangan nafsu makan dan penurunan drastis berat badan
Kebosanan
Gangguan pernafasan
Meningkatnya kecenderungan perilaku beresiko tinggi, seperti ngebut, berjudi
Ketidakpuasan kerja
Lebih sering berkeringat
Meningkatnya agresivitas, dan kriminalitas
Lelah mental
Gangguan pada kulit
Penurunan kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman
Menurunnya fungsi intelektual
Kepala pusing, migrain
Kecenderungan bunuh diri
Kehilangan daya konsentrasi
Kanker
Kehilangan spontanitas dan kreativitas
Ketegangan otot
Kehilangan semangat hidup
Probem tidur (sulit tidur, terlalu banyak tidur)
Menurunnya harga diri dan rasa percaya diri
Salam JANGAN STRESS kawan !!!
xoxo Münster, 05 Juli 2007
4 Comments so far
Leave a comment
Banyak kali dampaknya inang,…hahahahahah, aku jadi makin stres, sebab semua gejala fisiknya sudah pernah aku alami, kalau begini aku bisa gila ya…
Comment by Beslan Sitorus July 5, 2007 @ 7:33 pmbah inang, sude do hea hualami i, jadi nga stress berat be au ateh? =))
Comment by Beslan July 5, 2007 @ 8:50 pmIto Rusma,
Stress adalah proses normal manusia. Persoalannya, bagaimana seseorang dapat “menata stress” sehingga tidak berkepanjangan.
Nggak tahulah kalau kita tanya Yesus, apakah tidak stress memikirkan besoknya dia akan di tangkap rombongan tentara Romawi? Cuma, yang menarik Yesus, tidak menunjukkan stressnya ke umat yang rela mati demi Dia.
Jadi stresslah, sebab itu bagian hidup.
Comment by Poltak Simanjuntak July 3, 2008 @ 7:43 pmwah..ternyata dampak stress banyak banget yaa….
jadi takut stress euy..
tapi gimana ya..caranya ngilangin stress…???
soalnya dalam hidup ini yang namanya masalah yang bikin stress silih berganti…
tapi makasih ya atas pemberitahuan nya..
Comment by AYU February 20, 2009 @ 5:43 amjadi kita bisa waspada deh..spya jangan stress dalam hidup..