Jumat, 16 November 07
“Aku jadi pulang tgl 10…” begitu kataku waktu aku bertelpon sama kk Theodorlin. Kemudian kami mulai menghitung hari dan membicarakan jadwal2 yang cukup banyak ..hmmm selagi aku ada di indonesia. Tanggal ini …hari itu……kita kesana dan kesitu……….full ….full sudah rencana. Hatiku gelisah tak sabar tapi lega…karena aku sudah tau jelas bahwa program dan rencana sudah ada didalam pikiran. S’bab aku tidak mau melewatkan kesempatan libur yang singkat ini….. singkat, padat dan tidak ada yang tertinggal …ini yang aku inginkan.
” Tanggal segini kita ke Jakarta….terus ke Surabaya….ke Pekanbaru…ke SAmosir…Tarutung dan ke kampung Ziarah……..” terngiang di telingaku….seakan akan aku sudah ada disana……jelas dalam pikirku, ku dengar semua rencana dan nama nama kota itu….terdiam dan dimataku tergambar jelas dimana dan gimana.
” Sungguh indah kalau pulkam” jerit ku dalam hati…….
“hanya sebulan Tante jelek disini…” Bisik Prianly dari belakang kk. Argh Nlyyyyy…..sebulan juga sudah bersukur bisa bertemu dengan kalian, bisik ku dalam hati…walaupun peri ..sedikit jengkel mengingat waktu yg begitu cepat bergulir……
Waktu,
Adakah yang bisa menghentikanmu?
Adakah yang bisa mengulangimu lagi?
Setelah beberapa lama berbicara ini dan itu……kakak mengingatkan aku segera telpon Angkang ( Tante ) yang kurang sehat. Sesudah meninggalnya kak Bane, dia sudah gak pernah lagi kemana mana……
” Dek…coba telp Angkang, kasih tau kalau kamu tgl 10 pulang dan tanya mau di bawain apa sama dia….” Usul kakak dengan jelas kepadaku. Iya iya…ku jawab dengan pelan sambil berpikir…….. mengingat semua kepribadian Angkang kami ini yang menjadi “teladan” dan “kasih” didalam hidup kami…. yang didalam dirinya kami menemukan sentuhan seorang Ibu…..dan lebih dari situ…..dia adalah pelindung ibarat pengganti Bapa…..tidak heran, mereka dua satu tim dalam lomba catur dan dalam bertanam cocok bunga2an khususnya bunga Anggrek.
Dan aku pun menelponnya…
” Horas Angkang…guten Abend ” Kataku dengan semangat dan ceria…sebab aku tak ingin dia mendengar suaraku yang sebenarnya di ganggu oleh pikiran yang tidak tidak………rasanya mau menangis……memelukmu……pingin kau sentuh dengan tanganmu yang lembut….pingin kau nasehati. Tapi…tidak…tidak…..aku kali ini tidak akan membuatmu merasakan itu.
” Bah…ho doi Anggi ?? “ gitu bisikmu….berat nian suaramu…berat….tapi aku masih seperti dulu…masih merinding setiap kali mendengar suaramu…merasa kau adalah Guru Rohaniku yang begitu tulus……dan setiap kali ngomong denganmu, aku telah menantikan seribu nasehat ….siap untuk mendengar ceritamu….siap untuk mengusap dada…… karena kau adalah memang gambaran Kasih Tuhan yang nyata…kau lah teladanku.
” Ido Angkang…boha kabarmu? sehat do kan? ” penuh dgn penasaran kutanya semua apa yang ingin kutau darikamu..tentang kamu…kesehatan kamu…..tak perna ingin mendengarkan…kamu lemah…kamu sakit…..walaupun sebenarnya di umurmu yang sudah tua ini…..mmg hidupmu sudah untuk menikmati rasa sakit itu….tapi di setiap perkataanmu…..kamu selalu sehat…..selalu.
Banyak yang kamu ceritakan…..bertanya ttg aku…..aku tentang kamu juga begitu…
” Angkang…sebelum org lain memesan banyak…..aku tanya Angkang dulu, mau pesan apa oleh2 dari sini? ” semangatku dalam telp……aku ingin membuatmu bahagia Angkang….aku ingin….semampuku..sesanggupku, dalam hatiku.
” Bawakan aku CD kesukaanku….dan sekaligus kesukaan kamu….dan kamu sudah tau itu kan Anggi? “ hehehhehehhee….aku tau yang kau mau…kata Iklan..tapi mmg benar……. dia inilah yang membuat hidupku pengagum Classic. Hidup tanpa musik classic..sepertinya hidup kelaparan…….tapi tidak sampe mati.
” JohannesPassion……Geimeinde Lieder …dan Classic lainnya “ …..hmmm aku tau aku tau…….
Kemudian dia pun capek…sudah jam 9 malam ….aku pun permisi dan bilang malam baik untuk dia……..
” sampe desember tante…….” bisikku pelan…
“ Freu mich auf dich…( Aku senang menunggumu ) “ itu katamu….dan aku pun tersenyum ….tersenyum senang…di balik seribu rasa.
Ich hab dich lieb……Ibuku dalam Kasih ( karena mu aku sll merasakan Mama tidak pernah mati….)