Archive for August, 2008

selamat jalan untuk selamanya..

Posted in Harian on August 31, 2008 by rusxoxo

Sudah lama kita tidak bertemu

Sudah lama kita saling jauh

Jarak waktu dan tempat membuat kita terkadang lupa satu sama yg lain

Melewatkan hari, minggu tanpa bertanya kabar

Dua bulan yg lalu aku sudah berpikir

Kalau taon depan pasti kita ketemu

Dan kembali bercerita banyak

Seperti  kita dulu masih sama² bermain

Tapi Tuhan tidak mengijinkannya

Yang terbaik sudah Dia rencanakan

Kini kau pergi dan tak akan kembali lagi

Ita… Read more »

Posted in Harian on August 30, 2008 by rusxoxo

Jika hatimu gelisah

Dan pikiranmu gundah gulana

Mainkan Gitar

Dan bernyanyi lah

Bisikan itu yang ada dalam pikiranku kemarin, saat aku merasakan kegelisahan. Ku ambil gitar dan mulai kunyanyikan lgu2 yang bisa menghibur aku. Tante Hilde yang kebetulan disini selama dua minggu ( hari selasa dia pulkam lagi) membuat hari² ku indah, bernyanyi bersama lagu² gereja dan berdoa sama.  Read more »

Posted in Harian on August 29, 2008 by rusxoxo

Cintamu bagaikan api

Hangat

Memancarkan sinar

Tapi begitu cepat

Padam…

Cintamu bagaikan Angin

Berhembus membawa udara segar

Goyangkan daun daun pohon

Menari nari bahagia

Tapi begitu cepat berlalu

Tinggalkan

Sepi..

Posted in Harian on August 20, 2008 by rusxoxo

Mittwoch, 09:15

Segar kali rasanya pagi ini, setelah melewati malam yang panjang sekali. Jam 10 malam sudah membaringkan diri dan tidur, bagiku adalah suatu yang sangat jarang sekali, karena Yahoo sepi (tanpa si kakak hasian). Tapi itulah yang terjadi kemarin malam.

Saat ini aku duduk didepan laptop mengetik disini, sambil minum “schwarze Tee” mit “wenig” Milch. Sementara cuaca diluar sangat mendung, hujan, angin kencang dan dingin sekali. Handy ku berdering……mbak Yati telpon dan tanya itu dan ini, seperti biasanya yang akhirnya bla bla bla dan tak terasa jam menunjukkan jam 10 pagi.

Diruang makan aku dengar suara Tante Hilde dan Amang yang dari tadi saling ribut membicarakan menu untuk siang ini. Tante Hilde yang (gayanya) tidak mau merepotkan pun “sok” mengaku; “Jangan karna aku kalian repot masak dan jangan memasak extra sesuai dengan seleraku !! ” . Dan Amang yang tidak ( mau) kalah pun menjawab; ” Jah Hilde, andai kamu gak ada disini, kami tidak memikirkan untuk memasak, sebab kami tidak pernah masak, dan sekarang kami akan memasak karena kamu” !!. Ach, dasar yang dua ini selalu ingin menjengkelkan satu sama yang lain, sudah menjadi kebiasaan, mungkin itu lah cara untuk menunjukkan persaudaraan mereka yang indah sekali ini. Akupun tersenyum dikamarku, saat mendengar percakapan dua orang yang sudah tua dan terbiasa hidup sendiri.

Tiba² Amang manggil aku; ” Rusma, Guten Morgen…kommst du mal bitte kurz runter? ( Boleh kamu datang bentar kebawah? ) . Aku menjawab; Morgen Amang, kleinen Moment bitte, bin gerade beim Telefonieren ( Sebentar…aku lagi bertelepon ). Mendengar jawabku itu Tante Hilde menyilangkan suaranya dari celah pintu ( entah dimana dia saat itu hingga suaranya kedengaran kejepit) ; Tja, Düfte Biene, seit gestern bist du am Telefonieren, und immer noch?? ( Jah, “düfte Biene”= sebutan sayang ” Sweety Bee”, dari kemarin kamu bertelepon, dan sampe sekarang masih begitu?? ). Hahahhahahah, aku sambil ketawa berkata; Sei still, Tante Hilde !!” ( Jangan banyak bicara Tante Hilde ). Na ja, Tante Hilde dan aku sudah seperti cucu dan oma, sudah memiliki hubungan sangat erat hingga berbicara pun sudah bebas tapi sopan.

Ok ok..sekarang aku turun keruang makan. Dan aku melihat disana duduk seorang ibu yang belum pernah aku lihat. Amang memperkenalkan, dia adalah asal dari Russia dan sudah lama tinggal di Jerman, dia adalah pengganti Frau Gotzie. Oke oke…aku mmg sudah diberitahukan sebelumnya, bahwa “Putzfrau” ( mbak ) yang lama lagi cuti, jadi kami dapat yang baru. Amang meminta supaya aku menjelaskan seluk beluk rumah ini, karena memang aku lah yang tau. AKhirnya aku menjelaskan dimana letak Staubsauger, Eimer, Putzmittel, Gewürze, etc. ( Vacuum cleaner, Ember, dan segala sabun pembersih, dan bumbu² masakan ).

Waktu sudah menunjukkan jam 10:46. Aku melihat cuaca diluar masih sangat mendung, hujan dan dingin. Entah dimana Matahari saat ini…… Aku hari ini akan dirumah. Untuk cuaca seperti ini tidak sangat mendungkung ke “Stadtbücherei” ( Perpustakaan). Tapi sebelum memutuskan untuk tinggal dirumah seharian, ku buka buku terminku dan ku ingat2, apakah ada sesuatu yag harus ku urus secepatnya? . Hmmm ternyata ada, mengirimkan formulir Umfrage ke “Krankenversicherung”ku ( Asuransi Kesehatan). Tapiiiiiiiiiiiiiiiiii , aku jadinya minta nitip ke Amang, karena dia kebetulan mau Belanja dan kantor Post ada disamping tempat dia belanja….Hurrraaaaaaaaaaaaaaa huraaaaaaa.

So, Ich bleibe heute zu Hauze den ganzen Tag!!. Seharian ini aku akan dirumah baca² buku kehidupan ini, sambil dengar² lagu yang kemarin aku Download “Maxim Mrvica The Piano Player dan sambil baca email yang panjannnnnnnnnnnnnng kali dari si dede,…es freut mich, danke dedek tercintaku!!

Waktu menunjukkan jam 10:50………….. sampai disini dulu.

kemarin kau hina lalu kau cuekin..

Posted in Harian on August 18, 2008 by rusxoxo

Senin, Jam 09:06 pagi…

Rasanya mata masih berat kali, pingin rasanya kembali membaringkan tubuh diatas kasur tapi waktu tidak mengijinkan lagi. Hari ini akan menjadi hari yang berat, dimana aku harus melewatinya dgn rasa ngantuk. Semalam rasanya dalam duniaku ada yang tidak beres. Belum lagi aku merasa dihina dan di ejek seseorang yang sudah kuanggap sudah teman. Entah kenapa yang satu ini kalau ngomong awalnya baik tapi akhir2nya, tidak ada topan tidak ada petir, bisa tiba2 berubah menjadi seorang yang kasar dan jorok. Bukan untuk sekali ini aku bersabar menerima semua hinaan dan kekasaran dia dengan jawaban ketawa melainkan sudah berkali kali.

Kemarin waktu chating awal dia menyapa masih baik, tanya kabar dan minta lagu…semuanya masih baik. Kira² 1 jam kemudian dia menyapa aku, tapi dia sudah berwatak lain. Dia memulai dengan gaya biasanya , cemburu, menghina dan cakap kotor. Pertama tama aku hanya kasih icon ketawa² saja, tetapi dia makin lancar untuk menghina. Akhirnya untuk kali ini dan untuk yang terakhir aku merubah bahasa ku menjadi yang “sombong”, yang walaupun  dalam hatiku sebenarnya kurang enak untuk mengetik hal tersebut. Mungkin dia kaget dan itu membuat dia makin ganas. Huh , gak kuat baca² ketikannya, akhirnya aku bilang : “Oke..terserah kamu….bicaralah selagi kamu masih belum bisu, mengetiklah selagi jari² tidak lumpuh, hinalah aku sebelum aku mati!! Tapi ingat,  Kalau kamu suka menghina , jangan lah marah kalau dirimu dihina kembali !!

Dan aku pun menutup pembicaraan kami dengan baik, tapi dia hanya diam saja..dan dirikupun di cuekin setengah mampos.  Entah apa yang terjadi kemarin…..kok rasanya ada yang gak beres. Dan entah kenapa pulak aku jadi kepikiran itu, padahal mungkin dia sendiri tidak memikirkan apa yang dia tulis. Apakah dia pernah berpikir, kalau hatiku sakit dia perlakukan demikian?

Sungguh keadaan yang tidak membahagiakan sekali, kalau kita pertama tama dihina bertubi tubi dan kemudian di cuekin bertubi tubi.

Tapi apa  boleh buat, yang terjadi..terjadilah……dan hidup toh masih tetap begini dan begitu. Tidakada yang perlu dicemburui dalam hidupku sebab aku tidak punya apa² ( seperti orang lain punya segalannya ), tapi aku punya harta paling berharga yaitu Tuhanku  ( seperti org lain jg punya Tuhan ).

Ingin kuceritakan ini, tapi “tempat” curhat ku juga kemarin dan hari ini tidak menerima aku.  Terkadang suasana yang tidak “enak”  datang tidak “sendiri”.