Archive for November, 2008

seberapa dekatkah kematian itu?

Posted in Harian on November 12, 2008 by rusxoxo

Sudah seminggu ini aku kepikiran akan keadaan temanku. Awalnya aku kaget dengan emailnya yang bernada ucapan selamat tinggal. Penuh penasaran dengan jawaban apa dibalik email itu, aku pun mencuri kesempatan untuk bisa berbicara dengan dia. Sebenarnya agak ragu juga untuk berbicara dengan dia kemarin, karena keadaanku pun tidak dalam “suasana” yang bisa menghibur dan mendengarkan saat itu.

Akhirnya aku ajak juga berbicara. Dengan tidak berlama lama, aku langsung bertanya apa maksud dari emailnya tersebut. Awalnya dia hanya menjawab tidak kuat untuk cerita. Tapi dengan kesabaran untuk  menemani dia berbicara , dia pun memulai menceritakan kesedihan dan ketakutan yang dia sedang rasakan sekarang.  Ada apa dengan kamu?  tanyaku, yang sebenarnya aku tidak sabar lagi untuk mengetahui. AKhirnya dia menjawab ; Rus, umurku tidak akan lama lagi, bahkan mungkin hanya bisa dihitung bulan. Aku kaget mendengarnya, tapi aku berusaha tidak menunjukkan rasa kagetku sama dia. Bahkan aku menjawab; Yah elah…umur di hitung dgn bulan? 2 bulan, 3 bulan, dan 5678 bulan? Jawabku dengan nada sedikit “humor” yang pedih. Dia tidak tertawa mendengar. Logis..tidak mungkin dia ketawa mendengar itu. Tapi dia semakin terbuka untuk cerita, bahwa dia sudah lama mengalami penyakit itu dan sudah berulang ulang di Operasi di dua Negara, sekarang dia bodan dan jenuh dengan suasana Operasi dan Rumah sakit.

AKu tidak tahu bagaimana menghibur dia saat itu. Ku mulai bercerita dengan keadaanku, aku lagi sakit juga. Bahkan aku mulai bercerita tentang keadaanku dari sejak kecil yang juga sering diserang penyakit. Bahkan aku menghitung berapa kali aku sudah hampir mati dan sekali sudah pernah di tangisi.  Tapi lihat…aku masih hidup. Dan itu yang membuat aku bersukur akan setiap hari yang diberikan Tuhan untukku.

Begitu dekat sebenarnya kematian itu. Bukan hanya untuk orang yang sedang sakit, juga buat yang sehat 100 % pun bisa mati tiba tiba. Menurutku sendiri bukan penyakit yang mengantarkan kita kekematian itu, sebab orang sehat pun bisa mati. Tapi berbahagialah orang yang sakit sebelum dia menghadap kekematian itu, karena setidaknya dia sudah bersiap siap untuk hal itu. Dan jika lebih dekat dengan Tuhan maka kita dapat membedakan Kematian dan penyakit.

Hanya satu jam kami menghabiskan waktu untuk sedikit berbicara dengan keadaan kekuatiran akan kematian. Tapi, siapa yang tahu akan kematian itu ? Tidak juga kamu…..dan juga tidak dokter……hanya satu yang tahu dan yang berhak untuk menentukan itu yaitu Dia yang pemberi nyawa dan kehidupanmu, Dia lah yang mengetahui dan berhak untuk mengambilnya kembali.

Ito hasian…lekas sembuh yah  dan jangan kuatir…ada yang sakit tapi panjang umur.  Tuhan memberi kekuatan dan kesembuhan buatmu.