Matius 16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku…”
Dari bacaan diatas kita bisa memilah syarat menjadi murid/pengikut Kristus, terdapat 3(tiga) syarat menjadi pengikut Tuhan Yesus, yaitu menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia. Ketiga syarat ini adalah syarat yang tidak bisa lepas satu dengan yang lain, atau dengan lain perkataan jika salah satu syarat sudah dilengkapi maka syarat lainnya dapat menyusul. Ketiga-tiganya harus kita laksanakan secara utuh dalam kehidupan kita, seperti kata Tuhan Yesus “Ia harus…..”
1. Menyangkal diri berarti kehidupan kita adalah kehidupan baru bersama Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus menandakan bahwa Ia telah membayar lunas beban dosa yang seharusnya kita tanggung (dosa kecil, dosa besar) sehingga jika diperhitungkan kembali hidup kita adalah hidup sebagai manusia yang baru (Fitri). Kita adalah manusia baru, baru didalam Kristus. Secara fisik mungkin kita tidak melihat perubahan tampilan yang berarti, tetapi marilah kita imani bersama bahwa kita adalah manusia baru didalam Kristus, seperti kertas putih yang goresannya telah dihapuskan oleh Dia dengan darah-Nya yang kudus. Sehingga saat ini seharusnya kita tidak lagi bertindak / berbuat yang jahat dan tidak berkenan dihadapan-Nya.
2. Memikul salibnya. Beban salib adalah beban dan tanggung jawab yang harus kita pikul sebagai seorang pengikut Kristus. Setiap orang yang mengikut kristus pastilah merasakan beban salib-nya masing-masing, sebab salib utamanya telah dipikul oleh Tuhan Yesus. Warga gereja harus mampu memikul salibnya masing-masing sebagai akibat pengakuan percaya kepada Yesus. Mungkin pada satu saat kita diperlakukan tidak adil oleh negara maupun rekan sekerja karena kita mengikut Tuhan Yesus. Kita juga harus mengalami pergumulan atas kehidupan keluarga itulah beban yang menjadi pergumulan semua.
3. Mengikut Dia. Mengikut Tuhan Yesus berarti kita taat dan setia mengikuti apa yang menjadi perintah / firman-Nya. Kita harus berhati-hati jika mendengar pengajaran-pengajaran yang cukup banyak, bahkan indah-indah seperti hiburan yang menjamur pada saat ini, sebab cukup banyak orang Kristen yang tersesat dengan berbagai penafsiran yang mungkin menyesatkan, seolah-olah kita mengikut Dia tetapi ternyata kita telah di arahkan ke neraka. Telah banyak pengajaran sesat, untuk itu marilah kita menguji roh yang ada, kemudian marilah kita melihat buah dari hasil pertobatan. Dari sinilah kita bisa mengenal apakah itu berasal dari Tuhan ataukah berasal dari roh penyesat. Sebab buah-buah kebenaran hasilnya tetap, utuh dan terpelihara.
Kiranya Tuhan akan memperlengkapi dan memperteguh iman kita semua dengan kasih dan damai sejahtera-Nya, Amin
xoxo
Dulu saat pertama sekali saya membaca doa dari St. Fransiskus dari Assisi saya sedikit terjekut dan kagum akan isi doa nya. Seorang yang menyerahkan diri nya kepada Tuhan dan meletakkan diri nya sebagai *pelayan*. Singkat, padat, berisi dan penuh arti…indah utk di ucapkan lewat mulut, tp berat sekali utk di lakukan. (more…)