Sudah beberapa kali aku dan kakak selalu diskusi dengan pelayanan. Khususnya waktu terkahir ini , karena aku akan memulai lagi dari awal segala kegiatan dan pelayanan di Indonesia. Tapi karena hanya kami berdua saja yang memutar mutar rencana ini dalam pikiran kami, maka terkadang diskusi dan pembicaraan kami tidak membuahkan jawaban, yang ada hanya semakin banyak pertanyaan; Bagaimana jika begini? Apa sanggup kita? Dari mana kita memulai ?
Tuhan ada di antara kami…
Hari ini, aku mendapat sms dari seorang Ibu yang kami sudah kenal dari sejak kecil; “Liebe Rusma, tolong kasih nomor telp rumah. Dan apakah aku boleh menelpon kamu sekarang, sebab ada yang hendak aku tanyakan” Dengan berpikir, apakah jawab iya sekarang atau besok aja yah…?? ( sifat jelekku, selalu suka mengundur undur !) Tapi karena penasaran , aku pun langsung balas. Sebelum dia nelpon, aku langsung telpon kakak Dorlin supaya bertanya dengan kabar di Indo, untuk bahan cerita dengan ibu itu nanti jika di telpon.
Dan Ibu itu pun bertelpon….. bla bla bla, dan kemudian sampai ke thema. Rusma….. apakah kamu masih ingat dulu rencana apa yang kamu ingin lakukan ? Dan sambil mengingat dan bertanya dalam hati, hmm apa yah, terlalu banyak.
Kemudian aku bertanya;
Rencana sehubungan dengan apa Ibu?
Sehubungan dengan pelayanan mu
Iya , aku masih ingat dan masih tetap dalam rencana itu
Yang mana itu Rusma?
Pedagang kecil , Anak jalanan dan keluarga, itu ibu..yang tiga itu.
Betul, Rusma… kamu masih ingat dan ternyata masih tetap dalam impian mu itu…
Terus Ibu? Ada apa sehingga ibu sekarang seakan akan mengingatkan aku akan hal itu?
Yah, karena seperti yang kamu katakan bahwa kamu akan kembali dan memulai pelayanan ini ??
Oh, aku tidak yakin ibu…apa mampu memulai itu tanpa dukungan? Gereja pun tidak mau mengambil alih, mereka masih terfokus kepelayanan dalam gereja dan panti asuhan.
Rusma, jangan kuatir…. kembalilah dulu dan mulai lagi menjalin kontak dengan anak jalanan. Kami akan datang kesana bulan Juni…dst.
Jantungku berdebar kencang , sudah lama tidak begitu. Ku tekan tanganku ke meja dan terasa keringatan dari semangat di kepalaku. Tuhan…. begini caraMu untuk mewujudkan mimpiku? Tepat waktu…!!
Mimpiku memulai berpijak di langkah awal dan dia akan bergerak pelan maju melangkah menuju titik kenyataan. Mampukan aku!